Dibalik hijabnya
yang bertabur kehormatan, ada hatinya yang resah gelisah, menderita bermuara
diufuk semenanjung hati yang terpaut Nur Ilahi.
Mengapa?
Disana ada
setitik cinta yang ternoda tatkala hati tersentuh oleh sosok lain.. Akhwat
jatuh cinta!!..
Panorama yang
mestinya berkelimang malu-malu kucing, bahagia menerpa-menerpa bukanlah
dirinya.
Melainkan, rasa
menderita yang berkelana disepanjang malam yang kelam, dan disiang hari dibawah
terik matahari yang mengusik, dan dibawah setitik cahaya rembulan dalam
lelap mimpi alam maya yang menghantui..
Baru saja
menggoreskan luka, ‘tak sengaja menodai cinta suci yang mestinya digenggam
dalam dekapan malu. Mendustakan nilai hijab kehormatan yang senantiasa melindungi.
Adalah penyesalan yang amat sangat besar.
Salahkah? Cinta
adalah fitrah manusia!!
Bagi akhwat, Ini adalah penderitaan. Bukan rasa bahagia melainkan rasa takut
akan hati yang dikuasi oleh bukan Maha Hati. Bukan rasa senang melainkan rasa
bersalah yang amat sangat menggoreskan luka dikala menyadari cinta terbagi
dengan sosok yang belum halal atau bahkan tidak akan halal baginya. Bukan rasa
bangga melainkan rasa penyesalan yang senantiasa mendayu-dayu dalam deraian
langkah kakinya.
Perhatikanlah,
telusurilah relung hatinya begitu diam namun resah dalam kemunafikan diamnya
yang teduh.. Ia menunduk merenungi namun gejolak seyembara perang menggelimang
dibalik teduhnya, berperang dengan hasratnya dalam medan asa yang menculang
kearah Rabb-Nya.. Berusaha menenggelamkan apa yang mengganggu hatinya. Tahukah?
Betapa tersiksanya akhwat itu.
Cintanya
hanyalah Karena ALLAH, hanya yang telah menyeberangi lautan ijab qobul. Cinta hanya
untuknya, untuk sosok manusia yang dijabarkan sang Khaliq untuk dirinya. Itulah
cinta yang hakiki dan diidam-idamkan oleh akhwat dibalik hijabnya yang anggun..
Bukan cinta yang tertatih-tatih menyesatkan, indah dalam lantunan yang ‘tak
semestinya dilantunkan, menggeserkan perlahan namun pasti kejurang dusta yang
dibalut dengan keindahan.. Bukan cinta bagai intan yang terlisan insan atas
nama “Fillah” namun tertutup dusta yang samar-samar..
Wahai Akhwatifillah
yang cantik hatinya.. Bersabarlah dalam perjalananmu berjuang melawan laskar
maksiat.. Bersabarlah dalam penantianmu, ALLAH bersamamu.. ALLAH akan memberikan
balasan yang tiada tara kepadamu.. Rangkullah Hijabmu yang kelak membawamu
kepada Keridhoan-Nya.. Biarkanlah menjadi penjara agar tidak tertipu oleh
belitan zaman yang menipu.. Sesungguhnya ALLAH memuliakanmu, ALLAH menghendaki
kebaikan untuk-Mu..
Seberat apapun
usahamu untuk meraih cinta bahtera hidupmu yang baik menurutmu, jika ALLAH
berkehendak “tidak” maka ‘tak akan ada apapun yang bisa mencegah.. Tepiskan rasa yang tak semestinya itu dengan meresapi cinta ALLAH
yang agung.. Jika kelak dia ditakdirkan untukmu, maka ALLAH pasti akan
mempertemukan dirimu. Segala yang datang dari ALLAH, percayalah itu kebaikan
untuk dirimu. Percayakan segalanya hanya pada ALLAH..
Kebahagiaan dunia dan akhirat akan menujumu... dan bidadaripun ‘kan cemburu
padamu......
No comments:
Post a Comment