Betapa
indahnya ungkapan Ibnul Qayyim aL-Jauziyah rahimahullaah,
Ketika
Menafsirkan Ayat-Ayat Cinta...
[Dalam
bukunya Raudhatul Muhibbiin: 251. Lih. Badaa-i’ut Tafsiir: 1/498]:
"Maka
Allah menjadikan ittiba’ (mengikuti) Rasul sebagai bukti kecintaan mereka
kepada Allah. Keadaan seorang hamba yang dicintai Allah lebih tinggi dari
keadaannya yang mencintai Allah. Permasalahannya bukan pada (pengakuan) cintamu
kepada Allah, akan tetapi (apakah) Allah mencintaimu. Maka ketaatan kepada yang
dicintai"
(Allah dan Rasul) adalah bukti CINTA kepada-Nya, sebagaimana
diungkapkan (dalam syair):
"Engkau
bermaksiat kepada ilahi, sedangkan engkau mendakwa cinta kepada-Nya"
"Ini
dalam analogi adalah kemustahilan yang diada-adakan''
"Jika
saja dakwaan cintamu jujur, niscaya engkau akan mentaati-Nya''
''Sesungguhnya
seorang pecinta terhadap yang dicintai, akan taat"
Semua
orang, entah ia jujur dalam ketaatannya atau seorang munafik yang bermuka dua,
bisa berucap: 'Saya mencintaimu Yaa Allah'', namun apakah Allah membalas
cintanya? Inilah yang menjadi inti permasalahan.
Maka
bukti kejujuran seorang hamba dalam mencintai Allah adalah ittiba’-nya kepada
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam.
Tentu saja yang dimaksud ittiba’ di sini adalah dalam segala hal, baik yang
dicontohkan untuk kita kerjakan ataupun yang beliau tinggalkan (tidak kerjakan)
untuk kita tinggalkan pula .
Imam
Ibnu Katsir rahimahullaah
menafsirkan:
"Ayat
ini merupakan pemutus hukum bagi setiap mereka yang mengaku cinta kepada Allah,
sedangkan ia tidak berada di atas jalan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. (Jika demikian) maka sungguh ia
seorang pendusta dalam pengakuannya, sampai ia mengikuti syari’at dan agama Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam
pada seluruh ucapan dan perbuatan beliau.
Sebagaimana
riwayat hadits yang shahih (riwayat Muslim) dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, bahwasanya
beliau bersabda:
"barangsiapa
beramal suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalannya itu
tertolak".
[Tafsir
Ibnu Katsir: 2/299, Cet. Daar Ibn Hazm 1419 H]

No comments:
Post a Comment