Dakwah Kampus

Dakwah KampusFitnah Zaman

Dikala Aktivis Dakwah Dilanda VMJ



Aku berfikir dengan keras, untuk apa aku berdakwah. Menderaskan darah yang mengalir di dalam pembuluh. Mem-push keringat yang keluar dari seluruh kelenjar keringat. Untuk apa berdakwah?Mungkin pertanyaan ini sama ketika Baginda Ibrahim Alahissalam bertanya kepada Allah bagaiman Allah menciptakan manusia setelah ia mati. Hal itu bukan berarti Baginda tidak percaya dan belum yakin kepada Allah.

Aku pun terhenyak bahwa tidak ada jalan lain untuk menuju ke syurga selain cara ini. Tidak ada jalan yang membuat kita terbebas dari peristiwa besar yang bernama Peristiwa penghisaban kecuali jalan ini. Tidak ada yang bisa membuat kita terakselerasi dalam setiap step-nya di akhirat nanti kecuali melalui jalan ini >>

Dakwah bukan menjadi boncengan JABATAN, apalagi uang. Dakwah berarti penyerahan diri. Untuk apa kita menyerahkan diri. Apalah arti dari diri ini, sebongkah calon fisik yang busuk. Untuk apa kita mengisi usus besar kita dengan sesuatu yang nantinya akan kita keluarkan lagi.
Apakah belum menjadi cukup besar bukti orang-orang yang telah mengabdikan dirinya dan mewakafkan dirinya di jalan Allah dan dia mengisahkan dirinya dengan kematian yang agung?

Apakah kemenangan dakwah ini bisa aku lihat di dunia ini?, bilakah ada orang yang tidak senang menjadi aktor pergerakan, mention­-kan kepada sy. Siapa orang itu!, bagaimana rasanya bila kita adalah faktor establish-nya kemenagan wajah Allah di muka Bumi.

Buat apa berdakwah jika hanya kepada “dia” kita memberi tausyiah ? Buat apa berdakwah jika hanya kepadanya kita mengingatkan untuk sholat tahajud ? Buat apa dakwah jika di hati kita hanya ada seorang mad’u ? buat apa dakwah jika hanya seorang yang membutuhkan kita? so, jika saat ini kita terserang virus merah jambu, tidur saja di kamar. Bayangkan wajahnya ! buat puisi sebanyak-banyaknya tentang dia ! persetan dengan rekruitmen kader yang meminta waktu dan tenaga ! mending pikirkan saja si dia. dan selamat ! kamu akan sukses menjadi manusia yang egois !

Jangan pernah berkata dunia membutuhkan saya ! jika kenyataannya, kita hanya memikirkan dia. Jangan pernah memikirkan ummat, jika dalam benak kita hanya berisi pertanyaan : apa makanan kesukaannya ? siapa teman terdekatnya ? berapa ukuran sepatunya ? apa hobinya ? lewat mana dia berangkat kuliah ? bahkan mencoba menghafalkan jadwal kuliahnya !

Demikianlah dahsyatnya virus merah jambu jika sudah menyerang kita. Kita tidak akan sempat memikirkan orang lain, karena dalam hati kita hanya ada seseorang. Kita akan tenggelam dalam lamunan demi lamunan yang membius seluruh aktivitas kita.
Untuk kamu para aktivis dakwah simaklah kata-kata mutiara di bawah ini
Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad da’watik…
Bahkan salah seorang mengatakan :
Love is the essence of life (cinta adalah inti sari kehidupan)
Cinta Allah yang membuat bumi ada
Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar
Cinta antar manusia yang mambuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah menjadi seorang da’i…
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi dakwah…
Dia selalu memberi untuk islam, tanpa mengharap menerima untuk setiap kerja dakwahnya…
Itulah ikhlas …
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…
Siap mengeluarkan utang untuk dakwah…
Siap mengeluarkan tenaga untuk dakwah…
Bahwa hubungan ikhwan aktivis dakwah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatullah akibat adanya intensitas,
Tidak akan melabihi taraf simpati antar kader
Kecuali Allah menakdirkan kesempatan padanya untuk menyelesaikan setengah agamanya…
Jika Allah telah menentukan jodoh untuk kita, bahkan sebelum kita lahir,
Mengapa kita takut menjadi perawan tua dan jejaka jomblo…?
Masih panjang langkah dakwah kita
Masih begitu banyak lahan dakwah yang belum kita jamah…
Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada kamu, yaitu jodoh…
Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji Allah pada kita…
Jangan sampai dakwah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…
Sangat cengeng dan kekanak-kanakan,
Bila sampai ada aktivis dakwah yang terjangkiti hal ini (VMJ: Virus Merah Jambu)
Da’wah adalah sesuatu yang suci….
Qod aflaha man zakkaha (beruntunglah bagi yang memersihkan diri)
Wa qod khoba man dassaha (dan celakalah bagi orang yang mengotori dirinya)
Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,
Adalah orang-orang yang niat ikhlas membersihkan dirinya…
Dan ikut tabiyah dengan keikhlasan,
Bukan karena ingin menikah dengan akhwat A atau B atau ikhwan A atau B
Bukan ingin ketenaran…
Dia berdakwah ingin menuju jannahNya ,
Bukan ingin mendapatkan JABATAN, fans atau lainnya …
Ingat ikhwan wa akhwat fillah,
Untuk ikhwan…
Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini,
Bidadari telah menuggumu di surga nanti…
Untuk akhwat…
Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini ,
Kamu lebih baik dari bidadari yang terbaik yang ada di surga
Kebenaran hakiki hanya milik Allah…

Back> Apa keuntungan kita bila berdakwah?. Tanyalah pada dirimu sendiri apa keuntungannya dengan merasakan qauniyyah-nya. Begitu banyak sekali kemudahan hidup yang akan kamu temui…..

Entah mengapa begitu banyak energi yang datang dan abstrak yang telah mengisi tempat baterai keimanan ini. Entah mengapa selalu ada semangat yang tidak akan habis walaupun kecewa selalu datang bukan sebagai edisi khusus.Justru kekecewaan itulah yang telah menjadi energi aktivasi diri ini. Adakah jalan lain yang lebih membuat hati ini merasa tenteram menjalani hari-hari selain jalan “memberikan manfaat bagi orang lain”. Apakah kita begitu senang bila biografi kita hanya dihargai dunia dengan tiga kalimat di batu nisan.

Ada banyak orang-orang yang berjuang di jalan ini, dengan deviasi keinginan dan niat yang begitu lebarnya. Spektrum-pun berbicara tentang hal ini. Apakah kita ingin berterima kasih dengan apa yang telah Allah beri kepada kita?, dengan cara apa kita berterima kasih?
Aku pun mendapatkan jawabannya. Pertanyaaan, “kenapa kita harus berdakwah?”, karena kita menginginkan syurga-Nya.

Rabb, aku tau bahwa aku masih kurang ilmunya dalam menyampaikan syiarmu. Tapi aku akan mencari terus SPBU terdekat dalam perjalanan ini. Bukankah yang paling mulai di sisimu adalah orang yan paling banyak amalnya? (Qs.67:2).

Rabb, aku tau bahwa engkau mungkin saja me-switch hati ini dan membalikkan hati kearah belakang, tapi dengan hal itulah aku takut menutup usia ini. Rabb ingin benar-benar bersungguh-sungguh untuk mengerjar cita-cita kemenangan itu. Kemenangan bagiku, kemenangan bagi keluargaku, kemenangan bagi temanku, kemenangan bagi bangsa ini, dan kemenangan bagi negeri ini.

Aku tak ingin bangun dari suara terompet Israfil sama seperti sewaktu aku bangun dari bangun tidurku di waktu pagi. Didiklah aku dengan ke-integritas yang telah engkau tunjuki yang aku berikan nikmat di dalamnya, bukan yang Engkau murkai, juga Engkau sesatkan. Jadikanlah amalan yaumiahku selalu kuisi dengan Qiyamul Lail, Witir, Shalat tepat waktu, Shalat berjamaah, Dzikir pagi-petang, murajaah dan peningkatan hafalan, thilawah, dhuha, shalat hajat, .dan amalan yang Engkau ridhoi lainnya.

Rabb jadikanlah air tangisan ini bisa menjadi pelangi di dalam orasiku. Jadikanlah air tangisanku selalu hadir dan siap aku keluarkan untuk bisa menginspirasi orang lain.

Rabb, jadikan hamba menjadi generasi qurani yang menghiasi shalat dengan bacaan hafalanku. Yang mejadikan quran sebagai landasanku bergerak. Jagalah aibku Ya Rabb, karena hamba takur sekali bila Engkau hanya menjaga aibku di dunia saja. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai shelter iman ini, saat kekeringan. Saat tidak tau dimana jalan keluar, bagaimana pemecahannya, saat hamba sedang jatuh ke juran, dan saat hamba sedang berkhalwat denga-Mu. Jadikanlah Al-Qur’an temanku ya Rabb, dan pelindungku dari siksa malaikat Munkar dan Nakir.

No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib