Dakwah Kampus

KisahSunnah

Kegigihan Para Shahabat Nabi Dalam Mengerjakan Kebaikan

Al-Imam An-Nawawi rohimahullaah mencantumkan hadits yang mengkisahkan bahwa betapa semangat dan gigihnya para Shahabat Nabi dalam mengerjakan kebaikan. Pada hadits no. 137 dalam kitab Riyadhush Sholihin;

Dari Abul Mundzir Ubay bin Ka’ab rodhiyallaahu ‘anhu, ia bertutur,

كَانَ رَجُلٌ لا أعْلَمُ رَجلاً أبْعَدَ مِنَ المَسْجِدِ مِنْهُ ، وَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاةٌ

“Terdapat seseorang yang, sepengetahuanku, tidak ada orang yang berumah lebih jauh dari masjid daripada rumahnya, dan dia tidak pernah absen dalam sholat (berjama’ah di masjid). 

فَقيلَ لَهُ أَوْ فَقُلْتُ لَهُ : لَوِ اشْتَرَيْتَ حِمَاراً تَرْكَبُهُ في الظَلْمَاء وفي الرَّمْضَاء ؟

Lalu dikatakan kepadanya (atau aku berkata kepadanya), “Andaikan kamu membeli seekor keledai yang dapat kamu naiki sewaktu gelap (menyelimutimu) dan sewaktu terik matahari (menyengatmu).” 

فَقَالَ : مَا يَسُرُّنِي أنَّ مَنْزِلي إِلَى جَنْبِ المَسْجِدِ إنِّي أريدُ أنْ يُكْتَبَ لِي مَمشَايَ إِلَى المَسْجِدِ وَرُجُوعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أهْلِي

Namun orang itu menjawab, “Aku tidak suka jika rumahku berada di dekat masjid. Sesungguhnya aku ingin agar langkah perjalananku ke masjid, juga kepulanganku ke tempat keluargaku, dicatat sebagai ‘amal kebaikan.” 

فَقَالَ رَسُول الله : قَدْ جَمَعَ اللهُ لَكَ ذلِكَ كُلَّهُ

Maka Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencatat semua kebaikan itu bagimu”.” 
{HR. Muslim, no. 663.}

*Kandungan hadits:


- Kegigihan para Shahabat rodhiyallaahu ‘anhum dalam mengerjakan kebaikan, menambahnya, dan memperoleh pahala darinya.

- Memberi nasehat kepada kaum Muslimin agar senantiasa berbuat kebaikan dan kebajikan. Maka siapa saja yang mendapati saudaranya berada dalam kesulitan (dalam hal ini), hendaklah dia menasehatinya agar dapat segera berlepas diri dari kesulitan tersebut.

- Pergi ke masjid dengan berjalan kaki –meskipun jauh- menghasilkan pahala yang lebih besar (daripada berkendaraan).

- Seseorang diberi pahala atas kebaikan yang dilakukannya sesuai dengan tujuan dan niatnya (kebaikan dalam perkara ibadah harus memenuhi syarat ikhlas dan mengikuti apa yang diajarkan Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam).


Masya Allah, semoga dapat menjadi teladan dalam hidup kita. Mari berfastabiqul khairat.

{Dikutip (dengan sedikit tambahan) dari “Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shoolihiin” Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhohullaahu ta’aala, edisi terjemah; “Syarah Riyadhush Shalihin”, Pustaka Imam Asy-Syafi’i.}





No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib