Harus diakui bahwa hari ini umat Islam
tidak lagi seelok zaman dahulu sebagaimana kekhalifaan Abu Bakar As-Siddiq Radiyallahu ‘Anhu yang berhasil menumpas
umat yang murtad dan berani menyelisihi syari’at. Kekhalifaan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu yang berhasil
melakukan penaklukkan wilayah hingga cahaya Islam terpancar seantero jagad
raya. Atau kekhalifaan Utsman Bin Affan Radhiyallahu
‘Anhu yang membukukan al-Qur’anul Karim yang mulia hingga tersebarlah
pedoman hidup. Atau kekhalifaan Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu yang berani menegakkan keadilan dan berusaha
menumpas lahirnya aliran-aliran sesat. Dan berbagai masa-masa kejayaan emas
Muawiyah Bin Abu Sufyan, Salahuddin Al-Ayyubi, Muhammad Al-Fatih, Umar Bin
Abdul Aziz Radhiyallahu Anhum Ajma’in.
Islam adalah agama yang mulia, yang dimana
berhasil mengangkat kaum yang bodoh menjadi kaum yang sangat mulia. Islam agama
Tauhid, dengannya mendidik sosok Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Farabi sosok
berpengetahuan yang kemudian Kaum Barat berhasil mengaburkan sejarah. Hingga
Islam harumnya tak lagi seperti semerbak kembang di tengah taman layaknya sedia
kala di zaman Salaf (terdahulu) melainkan bergeser ke pelosok kenistaan.
Berkembang cacian, pelecehan, makian yang ditujukan pada Sang Imam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang
diabadikan dalam kertas-kertas yang berisi pengetahuan yang di balut dengan
nuansa modernitas dan teknologi.
Hari ini kita sedang terjebak dengan
ghazwul fikr (perang pemahaman) yang menukar kebenaran agar nampak salah, dan
menukar yang salah menjadi kebenaran. Dengan perlahan dan penuh kepastian,
semuanya telah diatur dalam misi besar kaum kuffar yang ingin merusak tatanan
dunia dengan kendali kekuasaannya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”.
Dan sesunggunya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating
kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu.” (QS.Al-Baqarah:120)
Umat Islam terus mengalami ketertinggalan
dan penindasan. Negeri-negeri kaum muslimin dirampas begitu saja oleh mereka.
Dalam tubuh umat Islam sendiri, mereka saling berselisih dan berpecah belah.
Sungguh miris sekali, umat islam terombang-ambing dalam kepahitan ujian.
Lantas, penyakit apakah yang menimpa umat
Islam hari ini? Maka perlu diketahui bahwa sesuatu terjadi pasti ada
penyebabnya. Sebab kelemahan, ketertinggalan, kekalahan di hadapan musuh
semuanya dikarenakan satu sebab yang kemudian bercabang ke sebab yang lainnya.
Sebab utama tersebut adalah KEBODOHAN!, bodoh (jahil) terhadap Allah,
agama-Nya. Kaum muslimin tidak mengenali agamanya sendiri, bahkan karena
kebodohannya ini mereka tidak menyadari bahwa mereka telah murtad dari agamanya
bahkan menjadi musuh agamanya tanpa ia sadari.
Semakin sedikit orang yang berusaha
mencari Ilmu Syar’I dan sedangkan kebodohan malah semakin merajalela. Padahal
kebodohan merupakan penyakit yang mematikan, dapat mematikan hati dan perasaan,
juga melemahkan anggota badan dan kekuatan. Pengidap penyakit ini bagai hewan ternak,
hanya menyukai nafsu syahwat kemaluan dan perut. Kebodohan inilah yang
membutakan hati mereka dan menjalar keseluruh tubuh mereka hingga lemah
dihadapan kaum kuffar (Yahudi dan Nasrani)
Sebab lain yang menyebabkan umat Islam
begitu terbelakang adalah karena Cinta Dunia dan Takut Mati. Hal ini muncul
karena penyebab utama (kebodohan) pada umat Islam masa kini terhadap agamanya
sendiri.
Maka hayatilah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Hampir
saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru,
sebagaimana mereka berkumpul sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan
dalam piring.” Kemudian seseorang bertanya “Katakanlah wahai Rasulullah, apakah
kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, “Bahkan kalian pada saat itu
banyak, akan tetapi kalian adalah sampah yang dibawa air hujan. Allah akan
menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati
kalian ‘wahn’. Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu ‘wahn’?” Rasulullah
berkata, “CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Cinta dunia yaitu kecintaan pada dunia dan
kesenangan di dalamnya, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal,
kedudukan, kesenangan syahwat dan lain sebagainya. Mereka begitu bersemangat
mendapatkan kesenangan tersebut dan takut kehilangannya, sehingga mereka
meninggalkan jihad fi sabilillah. Mereka menjadi kikir (bakhil) hingga enggan
untuk menginfakkan hartanya kecuali untuk mendapatkan kesenangan semu tersebut.
Tidak bisa dipungkiri, penyakit wahn ini
telah banyak menjamuri kaum muslimin terutama di zaman akhir ini, kecuali bagi
yang Allah kehendaki dan jumlahnya amat sedikit. Kaum muslimin hari ini sangat
lemah dan tidak mengetahui agamanya sendiri hingga rasa takut telah hilang dari
musuh-musuh Islam karena mereka telah mengetahui kelemahan kaum muslimin saat
ini. Jadilah kita menjadi umat terbelakang dan menjadi bulan-bulanan yang tiada
henti ditindas. Menggerogoti kaum muslimin di seluruh penjuru dunia walaupun
kenyataannya jumlah kaum muslimin sangat banyak hanya saja bagaikan
sampah-sampah yang di bawa air hujan yang tidak bernilai apa-apa. Kuantitas
oke, kualitas ciyut.
Penyakit ini bisa disembuhkan dengan tidak
lain dan tidak bukan, kecuali dengan menuntut ilmu dan memahami agama ini.
Dengan melakukan hal ini, mereka akan memprioritaskan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada segala
macam yang dapat membuat Allah murka, bersegera melakukan ketaatan serta
menjauhi segaka larangan-Nya dan segera bertaubat dari dosa-dosa yang mengotori
di masa lalu. Dan pada gilirannya siap menghadapi tantangan yang akan
menghadang keteguhan mereka sebagai seorang hamba.
Jika kaum muslimin siap menghadapi
tantangan yang akan menghadang keteguhan dalam rangka menolong agama Allah
(berdakwah), maka Allah akan menolong mereka dan akan menjadikan kaum muslimin
unggul di atas musuh mereka. Allah tentu Maha Memenuhi Janji-Nya sebagaimana
firman-Nya:
“Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah niscaya Allah akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad:7)
Allah sungguh amat kuasa menolong
hamba-Nya akan tetapi Allah senantiasa menguji mereka untuk diketahui siapakah
diantara mereka yang benar-benar bertakwa. Allah Maha Mampu menolong hamba-Nya
untuk membalikkan keterbelakangan umat Islam dengan tanpa perang atau
pertikaian. Sebab, Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman:
“Demikianlah
apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah
hendak menguji sebagian kamu dengan sebahagian yang lain.” (QS.Muhammad:4)
Pertolongan sungguh hanya dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab terbesar
datangnya pertolongan Allah adalah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya.
Diantara bentuk mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah dengan mempelajari dan
memahami ilmu agama ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala ar-Rahman ar-Rahiim memberi taufik pada kaum
muslimin hingga terketuk hatinya untuk mempelajari ilmu agama. Dan semoga salam
serta shalawat tercurah kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta kepada pengikutnya hingga hari
akhir dan semoga kita termasuk pengikut setianya hingga takdir Allah berlaku
atas diri kita.
__________________________________________________
Ummu Hafidz

No comments:
Post a Comment