Dakwah Kampus

Fitnah Zaman

Cinta Dunia dan Takut Mati (Al-Wahn)



Harus diakui bahwa hari ini umat Islam tidak lagi seelok zaman dahulu sebagaimana kekhalifaan Abu Bakar As-Siddiq Radiyallahu ‘Anhu yang berhasil menumpas umat yang murtad dan berani menyelisihi syari’at. Kekhalifaan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu yang berhasil melakukan penaklukkan wilayah hingga cahaya Islam terpancar seantero jagad raya. Atau kekhalifaan Utsman Bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu yang membukukan al-Qur’anul Karim yang mulia hingga tersebarlah pedoman hidup. Atau kekhalifaan Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu yang berani menegakkan keadilan dan berusaha menumpas lahirnya aliran-aliran sesat. Dan berbagai masa-masa kejayaan emas Muawiyah Bin Abu Sufyan, Salahuddin Al-Ayyubi, Muhammad Al-Fatih, Umar Bin Abdul Aziz Radhiyallahu Anhum Ajma’in.

Islam adalah agama yang mulia, yang dimana berhasil mengangkat kaum yang bodoh menjadi kaum yang sangat mulia. Islam agama Tauhid, dengannya mendidik sosok Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Farabi sosok berpengetahuan yang kemudian Kaum Barat berhasil mengaburkan sejarah. Hingga Islam harumnya tak lagi seperti semerbak kembang di tengah taman layaknya sedia kala di zaman Salaf (terdahulu) melainkan bergeser ke pelosok kenistaan. Berkembang cacian, pelecehan, makian yang ditujukan pada Sang Imam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diabadikan dalam kertas-kertas yang berisi pengetahuan yang di balut dengan nuansa modernitas dan teknologi.

Hari ini kita sedang terjebak dengan ghazwul fikr (perang pemahaman) yang menukar kebenaran agar nampak salah, dan menukar yang salah menjadi kebenaran. Dengan perlahan dan penuh kepastian, semuanya telah diatur dalam misi besar kaum kuffar yang ingin merusak tatanan dunia dengan kendali kekuasaannya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesunggunya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu.” (QS.Al-Baqarah:120)

Umat Islam terus mengalami ketertinggalan dan penindasan. Negeri-negeri kaum muslimin dirampas begitu saja oleh mereka. Dalam tubuh umat Islam sendiri, mereka saling berselisih dan berpecah belah. Sungguh miris sekali, umat islam terombang-ambing dalam kepahitan ujian.

Lantas, penyakit apakah yang menimpa umat Islam hari ini? Maka perlu diketahui bahwa sesuatu terjadi pasti ada penyebabnya. Sebab kelemahan, ketertinggalan, kekalahan di hadapan musuh semuanya dikarenakan satu sebab yang kemudian bercabang ke sebab yang lainnya. Sebab utama tersebut adalah KEBODOHAN!, bodoh (jahil) terhadap Allah, agama-Nya. Kaum muslimin tidak mengenali agamanya sendiri, bahkan karena kebodohannya ini mereka tidak menyadari bahwa mereka telah murtad dari agamanya bahkan menjadi musuh agamanya tanpa ia sadari.

Semakin sedikit orang yang berusaha mencari Ilmu Syar’I dan sedangkan kebodohan malah semakin merajalela. Padahal kebodohan merupakan penyakit yang mematikan, dapat mematikan hati dan perasaan, juga melemahkan anggota badan dan kekuatan. Pengidap penyakit ini bagai hewan ternak, hanya menyukai nafsu syahwat kemaluan dan perut. Kebodohan inilah yang membutakan hati mereka dan menjalar keseluruh tubuh mereka hingga lemah dihadapan kaum kuffar (Yahudi dan Nasrani)

Sebab lain yang menyebabkan umat Islam begitu terbelakang adalah karena Cinta Dunia dan Takut Mati. Hal ini muncul karena penyebab utama (kebodohan) pada umat Islam masa kini terhadap agamanya sendiri.

Maka hayatilah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring.” Kemudian seseorang bertanya “Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, “Bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian adalah sampah yang dibawa air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ‘wahn’. Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu ‘wahn’?” Rasulullah berkata, “CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Cinta dunia yaitu kecintaan pada dunia dan kesenangan di dalamnya, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kedudukan, kesenangan syahwat dan lain sebagainya. Mereka begitu bersemangat mendapatkan kesenangan tersebut dan takut kehilangannya, sehingga mereka meninggalkan jihad fi sabilillah. Mereka menjadi kikir (bakhil) hingga enggan untuk menginfakkan hartanya kecuali untuk mendapatkan kesenangan semu tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, penyakit wahn ini telah banyak menjamuri kaum muslimin terutama di zaman akhir ini, kecuali bagi yang Allah kehendaki dan jumlahnya amat sedikit. Kaum muslimin hari ini sangat lemah dan tidak mengetahui agamanya sendiri hingga rasa takut telah hilang dari musuh-musuh Islam karena mereka telah mengetahui kelemahan kaum muslimin saat ini. Jadilah kita menjadi umat terbelakang dan menjadi bulan-bulanan yang tiada henti ditindas. Menggerogoti kaum muslimin di seluruh penjuru dunia walaupun kenyataannya jumlah kaum muslimin sangat banyak hanya saja bagaikan sampah-sampah yang di bawa air hujan yang tidak bernilai apa-apa. Kuantitas oke, kualitas ciyut.

Penyakit ini bisa disembuhkan dengan tidak lain dan tidak bukan, kecuali dengan menuntut ilmu dan memahami agama ini. Dengan melakukan hal ini, mereka akan memprioritaskan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada segala macam yang dapat membuat Allah murka, bersegera melakukan ketaatan serta menjauhi segaka larangan-Nya dan segera bertaubat dari dosa-dosa yang mengotori di masa lalu. Dan pada gilirannya siap menghadapi tantangan yang akan menghadang keteguhan mereka sebagai seorang hamba.

Jika kaum muslimin siap menghadapi tantangan yang akan menghadang keteguhan dalam rangka menolong agama Allah (berdakwah), maka Allah akan menolong mereka dan akan menjadikan kaum muslimin unggul di atas musuh mereka. Allah tentu Maha Memenuhi Janji-Nya sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad:7)

Allah sungguh amat kuasa menolong hamba-Nya akan tetapi Allah senantiasa menguji mereka untuk diketahui siapakah diantara mereka yang benar-benar bertakwa. Allah Maha Mampu menolong hamba-Nya untuk membalikkan keterbelakangan umat Islam dengan tanpa perang atau pertikaian. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Demikianlah apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebahagian yang lain.” (QS.Muhammad:4)

Pertolongan sungguh hanya dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab terbesar datangnya pertolongan Allah adalah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Diantara bentuk mentaati Allah dan Rasul-Nya adalah dengan mempelajari dan memahami ilmu agama ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala ar-Rahman ar-Rahiim memberi taufik pada kaum muslimin hingga terketuk hatinya untuk mempelajari ilmu agama. Dan semoga salam serta shalawat tercurah kepada Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta kepada pengikutnya hingga hari akhir dan semoga kita termasuk pengikut setianya hingga takdir Allah berlaku atas diri kita.
__________________________________________________
Ummu Hafidz

No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib