Dakwah Kampus

Fitnah Zaman

Ketika Sunnah Jadi Bahan Olok-olokan



Lihatlah… itu ninja berjalan!! (mengolok-olok akhwat berpakaian syar’I)
Eh ada kambing lewat, kebanjiran pula!! Atau celananya kekurangan kain ya?? (mengolok-olok Ikhwa berjenggot dan bercelana diatas mata kaki)
Hati-hati, mereka itu aliran sesat, teroris!.

Seringkali kita mendengar ditengah masyarakat begitu mudahnya mengolok-olokan mereka yang menjalankan meleceh syari’at Islam bahkan sampai pada perkataan-perkataan yang tidak pantas dan melecehkan agama.

Wal iyadzu billah. Tanpa mereka sadari olok-olokan mereka bisa melemparkan mereka ke dalam adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perbuatan seperti ini tidak sepatutnya diremehkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS.At-Taubah:65-66)

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah adalah suatu bentuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu ketiga dari hal ini, maka dia juga telah mengolok-olok yang lainnya (semuanya). (Lihat Kitab Tauhid, Dr.Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, hal.59)

Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Maukah kita? Hari ini kita mengaku Islam namun ternyat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi wa Sallam tidak mengakui kita sebagai golongannya karena pelecehan kita pada Sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Maka, seorang hamba hendaknya menjauhi perbuatan-perbuatan yang mengolok-olokkan agama. Jika terjatuh dalam perbuatan seperti ini maka segeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bertekad untuk tidak mengulanginya kembali, dan bersungguh-sungguh dala menjalankan perintah Allah yang dibawa oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menjauhi segala apa yang diharamkan.

Jika kiranya kita belum dapat mengamalkan sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hendaknya kita tidak mencela dan menhujat mereka yang mencintai dan mengamalkan sunnah beliau Shallallahu ‘Alahi wa Sallam. Bukankah hal itu baik dan tidak salah? Agama bukanlah permainan yang dengan seenaknya kita mempermainkannya dengan lisan-lisan kita. Hendaknya lebih menjaga lisan kita dari sesuatu yang akan menyebabkan penyesalan kedepannya. Sungguh lidah memang amat tajam dan banyak menjatuhkan kita dari neraka-Nya.

Hanya Allah Azza wa Jalla yang member taufik. Shalawat dan Salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta pada para pengikutnya hingga akhir zaman.

(Ummu Hafidz)

No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib