Hari terakhir dari Kiamat adalah
menyeberangi shirath atau jembatan yang khusus bagi orang-orang beriman
tanpa orang kafir dan musyrik. Maka diantara orang-orang beriman ada yang
melewati seperti halilintar. Ada yang melewatinya seperti angin. Ada yang kadang-kadang berjalan dan
kadang-kadang berhenti. Dan ada yang merayap.
Jika
proses penyeberangan telah selesai, maka orang-orang beriman itu disambut di
sebuah lapangan yang luas yang ada di sebelah Surga. Tiada yang mengetahui
ukuran dan luasnya kecuali hanya Allah Subhanahu wa ta’ala. Di dalamnya,
orang-orang beriman berkumpul sebelum
memasuki Surga dan sebelum pintu-pintunya dibukakan untuk mereka.
Hari
kiamat telah selesai. Juga segala peristiwa yang terjadi di dalamnya sepanjang
waktu yang mencapai lima puluh ribu tahun perharinya. Demikian pula
tempat-tempat yang rasa takut dan cemasnya membuat jantung berhenti berdetak
telah berakhir. Di dalamnya ada: ‘ardh, yaitu berdiri di hadapan Allah Subhanahu
wa ta’ala untuk pertanggung jawaban. Ada hisab (perhitungan), ada mizan
(timbangan amal), dan menyeberangi shirath. Maka jika orang-orang
beriman telah selesai melalui semuanya, mereka pun bersiap untuk masuk ke dalam
Surga dengan izin dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala.
Tempat
ini bukan Surga. Tapi ia sangat dekat dengan Surga. Di dalamnya ada rahmat
Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah disediakan bagi hamba-hambaNya pada
fase ini. Di sana ada hembusan-hembusan angin Surga. Di sana ada taman-taman
hijau Surga, kebahagiaan Surga, kenyamanan dan sungai-sungai Surga. Yang semuanya
menjadi persiapan untuk masuk ke dalam Surga. Seakan-akan Allah Subhanahu wa
ta’ala hendak menyiapkan untuk Surga suatu fase yang mendahuluinya.
Karena
Surga dengan segala isi yang dipersiapkan Allah Subhanahu wa ta’ala di
dalamnya membutuhkan suatu kesiapan untuk memasukinya. Juga agar jiwa, jasad dan ruh
setiap mukmin siap untuk menyambut keindahan yang tidak bisa digambarkan ini
maka disediakan padang lapang yang luas, besar dan lebar dari bumi itu. Di dalamnya
terdapat keindahan, wewangian, kesenangan dan sungai-sungai Surga.
dikutip dari buku Rahasia Istana Surga, Syaikh Mahir Ahmad.

No comments:
Post a Comment