Dakwah Kampus

SurgaTazkiyah

Kemulian Pertama Penduduk Surga Setelah Melewati Jembatan Sirath (Bag-1)

Kemulian Pertama Penduduk Surga Setelah Melewati Jembatan Sirath
               
               Hari terakhir dari Kiamat adalah menyeberangi shirath atau jembatan yang khusus bagi orang-orang beriman tanpa orang kafir dan musyrik. Maka diantara orang-orang beriman ada yang melewati seperti halilintar. Ada yang melewatinya seperti angin.  Ada yang kadang-kadang berjalan dan kadang-kadang berhenti. Dan ada yang merayap.
               Jika proses penyeberangan telah selesai, maka orang-orang beriman itu disambut di sebuah lapangan yang luas yang ada di sebelah Surga. Tiada yang mengetahui ukuran dan luasnya kecuali hanya Allah Subhanahu wa ta’ala. Di dalamnya, orang-orang beriman berkumpul  sebelum memasuki Surga dan sebelum pintu-pintunya dibukakan untuk mereka.
               Hari kiamat telah selesai. Juga segala peristiwa yang terjadi di dalamnya sepanjang waktu yang mencapai lima puluh ribu tahun perharinya. Demikian pula tempat-tempat yang rasa takut dan cemasnya membuat jantung berhenti berdetak telah berakhir. Di dalamnya ada: ‘ardh, yaitu berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala untuk pertanggung jawaban. Ada hisab (perhitungan), ada mizan (timbangan amal), dan menyeberangi shirath. Maka jika orang-orang beriman telah selesai melalui semuanya, mereka pun bersiap untuk masuk ke dalam Surga dengan izin dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala.
               Tempat ini bukan Surga. Tapi ia sangat dekat dengan Surga. Di dalamnya ada rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah disediakan bagi hamba-hambaNya pada fase ini. Di sana ada hembusan-hembusan angin Surga. Di sana ada taman-taman hijau Surga, kebahagiaan Surga, kenyamanan dan sungai-sungai Surga. Yang semuanya menjadi persiapan untuk masuk ke dalam Surga. Seakan-akan Allah Subhanahu wa ta’ala hendak menyiapkan untuk Surga suatu fase yang mendahuluinya.

               Karena Surga dengan segala isi yang dipersiapkan Allah Subhanahu wa ta’ala di dalamnya membutuhkan suatu kesiapan untuk  memasukinya. Juga agar jiwa, jasad dan ruh setiap mukmin siap untuk menyambut keindahan yang tidak bisa digambarkan ini maka disediakan padang lapang yang luas, besar dan lebar dari bumi itu. Di dalamnya terdapat keindahan, wewangian, kesenangan dan sungai-sungai Surga.

dikutip dari buku Rahasia Istana Surga, Syaikh Mahir Ahmad.

No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib